“…Saya (Allah Swt) itu ada dalam persangkaan hamba saya tentang saya. Dan saya akan bersama hamba saya, selama hamba saya itu mengingatku…”
(An-Nawawi, Syarh Shahih Muslim, Juz 9, hal 108)
Salah satu hadits favorit saya adalah sebuah hadits qudsi “Ana inda dlanni abdi bi”. Artinya, saya (Allah Swt.) itu ada dalam persangkaan hamba saya tentang saya. Hadits ini berkaitan dengan persangkaan kita sebagai manusia pada Allah Swt. Jika kita berprasangka bahwa Allah Swt. misalnya akan memberikan rumah pada kita, maka kita akan benar-benar punya rumah. Jika kita berprasangka kita akan punya mobil, maka kita akan punya mobil sungguhan. Jika kita punya prasangka akan berangkat haji, maka kita akan benar-benar berangkat haji.
Hadits ini juga menjelaskan bahwa manusia juga disebut co-creator. Manusia turut juga menciptakan peristiwa yang terjadi di sekitarnya. Ada keterlibatan tangan manusia dalam menciptakan peristiwa-peristiwa. Karena itu, mimpi manusia adalah bagian rencana awal penciptaan peristiwa. Dalam buku psikologi, dijelaskan bahwa jika kita menduga cuaca hari ini jelek dan buruk sehingga akan menyebabkan sakit, maka kita akan menjadi sakit sungguhan. Jika kita menjadi seorang guru dan menduga anak-anak didik kita adalah anak bodoh yang sulit, maka anak-anak didik kita akan benar-benar bodoh.
Inilah yang disebut dengan co-creator, kita turut serta menciptakan peristiwa di dunia. Karena itu, jangan sekali-kali menduga yang tidak baik pada orang lain. Kita khawatir dugaan ini akan terjadi. Sebaliknya, kita seharusnya menduga yang baik-baik tentang orang lain karena dugaan ini akan terjadi di masa-masa yang akan datang.
Seorang teman saya di Jakarta, dulu sewaktu masih di pondok pesantren, dia ingin menjadi seperti alm. Prof. Dr. Nur Kholis Madjid, MA. Dia belajar serius, puasa Senin-Kamis, dan melakukan hal lain agar kelak bisa menjadi Cak Nur. Dia kemudian kuliah sarjana di Mesir. Setelah lulus, dia pun balik ke Jakarta, berkumpul bersama-sama temannya bergumul di Non Government Organization. Suatu saat, dia bergabung bersama Cak Nur membuat buku bersama. Peristiwa yang menarik dari itu adalah bahwa beberapa tahun kemudian dia mendapat julukan sebagai Nur Kholis Madjid yunior di sebuah Majalah Gatra. Tentu ini setelah melalui proses lama nan berliku yang dialaminya.
Luar biasa karena mimpinya benar-benar menjadi sebuah kenyataan. Tapi inilah kebenaran hadits ana inda dlanni abdi bi. Karena itu, dalam berbagai training motivasi dan usaha, diajarkan bagaimana cara memperoleh cita-cita. Kalau anda ingin punya jodoh, ingin punya mobil, rumah, dan sebagainya, maka anda bisa memulai dengan beberapa hal berikut. Setidaknya ada beberapa hal berikut yang harus anda lakukan :
Pertama, mimpi. Ya, anda harus punya mimpi. Mimpi apa saja. Tanpa mimpi, kita tidak akan bergairah dalam hidup. Mimpi adalah sesuatu yang harus ada dalam hidup. Mimpi inilah yang memotivasi hidup kita. Mimpi ini pula yang membuat arah hidup kita semakin jelas mau ke mana. Karena itu, jangan sekali[1]kali menyepelekan mimpi anda. Karena mimpi anda adalah kekuatan yang maha dahsyat.
Kedua, visualisasi. Setelah anda punya mimpi, maka tugas selanjutnya adalah melakukan visualisasi atas mimpi tersebut. Visualisasi adalah penggambaran atas mimpi. Gambar ini harus detail dan rinci. Jika kita bermimpi ingin memiliki mobil APV, maka kita visualisasikan dalam bentuk gambar: warna apa, bentuk yang apa, plat mana, dan sebagainya. Visualisasi ini akan mempercepat mimpi kita menjadi sebuah kenyataan. Kalau bisa, visualisasi ini kita gambar di kertas dengan segala rinciannya tadi.
Ketiga, komitmen dan usaha. Hal yang paling penting berkaitan dengan mimpi adalah komitmen untuk mencapai mimpi tersebut. Mimpi tanpa ada komitmen mencapai mimpi adalah nihil. Mimpi seperti ini juga hanya sebagai mimpi belaka yang tidak bisa direalisasikan dalam kehidupan. Karena itu, satu hal yang penting: komitmen mencapai mimpi. Setelah ada komitmen, maka kita mesti melakukan upaya-upaya untuk sampai pada mimpi tersebut. Berbagai cara dan usaha harus kita lakukan dalam mencapai mimpi tersebut.
Dan keempat, doa. Yang tidak boleh dilupakan adalah berdoa untuk mimpi tersebut. Doa ini tidak apa-apa, meskipun detail dan rinci. Kalau berdoa tentang mobil, maka kita sampaikan jenis, tahun, warna, dan seterusnya. Namun perlu diingat, doa ada aturannya. Misalnya membaca hamdalah dulu, kemudian sholawat nabi dan baru intinya berdoa. Doa ini sangat penting untuk kesuksesan kita dalam meraih mimpi tersebut. Nah, selamat mencoba!
Wallahu’alam. **
Dikutip dalam buku Bersedekahlah, Anda Akan Kaya dan Hidup Berkah karya Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I