“…Dan orang yang terbatas rizkinya, hendaknya memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah padanya. Allah tidak membebani seseorang kecuali dengan apa yang diberikan pada Allah padanya. Allah kelak akan memberi kelapangan setelah kesempitan”.
(QS. At-Talaq: 7)
Sudah lama Yanuar, seorang teman yang bekerja di Bank Perkreditan Rakyat Jember ini ingin memiliki anak. Sudah beberapa tahun setelah menikah, Yanuar dan istrinya belum juga dikarunia memiliki momongan. Memang, Tuhan belum memberikan karunia putra pada pasangan suami-istri tersebut.
Bagi pasangan suami-istri, kehadiran seorang anak adalah hal yang meniscaya. Kehidupan rumah tangga, tanpa kehadiran anak serasa kurang sempurna. Meski dengan harta melimpah dan kesuksesan yang lain, maka yang demikian akan kurang berarti tanpa adanya anak. Yanuar dan istri ingin seperti yang lainnya, memiliki anak yang akan membuat rumah tangga menjadi hidup.
Berbagai cara sudah dilakukan. Yanuar dan istrinya adalah orang yang suka bersedekah. Meski dengan pekerjaan yang menanggung resiko berat sebagai debt collector dan gaji yang “cukupan”, membuat Yanuar dan istri seringkali menyisihkan uang untuk orang-orang mustadl’afin dan orang yang papa. Ia biasanya membagikan itu ke sekitar tetangga yang kurang beruntung.
Suatu saat, di siang hari bolong, Yanuar dan istrinya jalan-jalan di daerah sekitar rumah menyusuri jalan raya. “ Di situ, kami bertemu dengan orang tua renta yang sedang berjualan bambu di pinggir jalan. Saya dan istri lantas membelikan nasi dan juga minuman untuk pak tua tersebut”, ujar Yanuar bercerita.
Dengan penuh kasih sayang, Yanuar dan istri memberikan bungkusan nasi dan minuman satu gelas itu. Sebaliknya, orang tua renta itu sangat berterima kasih pada apa yang diberikan oleh Yanuar dan istri. “Terima kasih, terima kasih”, kata Pak Tua pada Yanuar dan istri. Ia sangat berterima kasih atas pemberian Yanuar.
Peristiwa yang tidak bisa dilupakan Yanuar dan istri itu benar-benar membekas dalam sanubari mereka. Yanuar merasa ada hal yang aneh. Dan benar. Tiga bulan setelah itu, istri Yanuar mengatakan bahwa ia positif hamil. Subhanallah, betapa sangat bahagianya Yanuar. Sedekah sekadarnya pada orang tua itu nyatanya membawa berkah padanya.
Mereka berdua menangis bahagia. Mereka berdua senang atas anugerah yang diberikan pada Allah Swt. Beberapa bulan kemudian, istri Yanuar melahirkan anak semata wayangnya.
Apa yang dilakukan Yanuar dan istri merupakan hikmah dari berbagi. Insya’allah, dengan berbagi, semua urusan akan dimudahkan Allah Swt. Termasuk urusan sulitnya memiliki anak dalam kehidupan rumah tangga.
Wallahu’alam. **
Dikutip dalam buku Bersedekahlah, Anda Akan Kaya dan Hidup Berkah karya Prof. Dr. Kiai M. Noor Harisudin, M.Fil.I